MESKI Indonesia memiliki lahan pertanian yang sangat luas, namun hasil-hasil pertanian berkualitas tinggi terkadang kalah dibanding negara tetangga kita yakni negara Gajah Putih, Thailand. Peminatan kalangan terdidik untuk mendalami bidang pertanian memang sangatlah tidak memadai. Anak-anak petani Indonesia lebih senang beralih profesi lain dibanding meneruskan profesi sebagai orang tuanya sebagai petani.

Keberadaan Pesantren Pertanian Darul Fallah selain untuk memperkuat sektor pertanian, juga untuk menjembatani bahwa sesungguhnya profesi bertani juga sangat mulia dan terhormat, sama dengan profesi lain seperti guru atau pun tenaga medis.

Pesantren Pertanian Darul Fallah telah berdiri dan berkiprah di tengah-tengah masyarakat bogor sejak setengah abad yang lalu. Sebuah pengabdian keilmuan yang telah cukup lama dengan para alumninya yang telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara. Pada waktu didirikan, nama pertanian bagi sebutan pesantren sesungguhnya masih sangat baru waktu itu, karena tidak ada sebelumnya yang berciri khas seperti Darul Fallah.

Kemampuan pesantren pertanian Darul Fallah melahirkan santri-santri yang mumpuni dibidang pertanian memang tidak perlu diragukan lagi. Santri tidak hanya dibekali kemampuan pendalaman agama Islam, namun sehari-hari, mereka bergelut dengan tata cara dan teknik bertani dengan baik. Tidak heran, alumni PP Darul Fallah hampir setengahnya berwiraswasta di bidang pertanian dan rata-rata berhasil. Selain itu, para alumninya pun tidak mengalami kesulitan untuk diserap di dunia kerja. Bahkan yang melanjutkan ke jenjang kuliah, mereka sudah memiliki kemampuan teknik bertani yang sesungguhnya. Bahkan IPB pun setiap tahun menerima alumni PP Darul Fallah, tahun ini saja, 14 alumninya diterima disana.

Kepala Sekretariat Yayasan Emir Farisi ketika ditemui Pelita, menyatakan muatan kurikulum pertanian sebesar 30 persen dari keseluruhan pelajaran.

Agendanya, setelah sholat Subuh, mengaji, mereka masing-masing kelas memiliki proyek sendiri-sendiri. Mereka punya lahan tersendiri dari mulai mengolah lahan sampai ke penanaman. Waktu sore pun mereka masih aktif di lahan meski waktunya hanya sekitar setengah jam, ujar Emir.

Perkampungan Pesantren dibangun mulai Juni 1960 di atas lahan tanah wakaf dari RHO Djunaedi seluas 26,6 hektar. Areal pesantren terletak di dua blok yaitu Blok Lemahduhur dan Blok Gunung Leutik (sekarang disebut Bukit Darul Fallah) Desa Benteng.

Sebagai Ketua Yayasan yang pertama adalah KH Sholeh Iskandar (1960-1992), berturut-turut kemudian Dr Ir HA Aziz Darwis, MSc (1992-2003), tahun 2003 sampai sekarang adalah Dr Ir H Meika S Rusli. Sementara pembina pesantren adalah Dr Ir H Abdul Aziz Darwis, MSc dan saat ini pimpinan pesantren dipercayakan kepada KH Abdul Hanan Abbas, LC.

Pendidikan formal pesantren dimulai pada 1963. Pada 1968 setelah terhenti karena faktor politik Orde Lama, maka aktifitas pendidikan kembali dimulai lagi pada tingkat Aliya yang dipimpin oleh Ir M Saleh Widodo (meninggal 1991). Sejak saat itu ditetapkan Dr Muhmammad Natsir (Alm, meninggal 1993) sebagai Ketua Badan Penasihat Pengurus YPP. Darul Fallah, selanjutnya KH. Hasan Basri sebagai Ketua Badan Penasihat YPP pada 1993-1999. Ketua Badan Penasihat sekarang adalah Prof Dr H Zuhal Abdul Qodir, MSc.

Lahan pesantren seluas 26,5 hektar terletak pada km 12 jalan raya Bogor-Leuwiliang, atau dua kilometer dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Lahan memanjang sekitar 1 km dari tepi jalan raya Kampung Kebon Eurih masuk ke dalam ke arah Kampung Gunung Leutik. Kondisi lahan berbukit, 90 persen miring dan 10 persen datar.

Hanya sebagian kecil kira-kira 5 persen berupa lahan sawah dan sebagian besar berupa lahan kering. Tanah lahan kering termasuk jenis letosol, dengan pH antara 5-7. Curah hujan rata-rata pertahun >3.000 mm, 09-12 bulan basah serta 0-1 bulan kering. Mulanya keadaan lahan kurus dari unsure-unsur hara karena proses pencucuian oleh air hujan.

Kondisi itu telah berubah setelah sebagian besar lahan tertutup oleh budidaya tanaman tahunan serta kebun rumput. Lahan pesantren sebagian besar dibatasi secara alami oleh sungai-sungai besar (Cinangneng, Ciampea).

Darul Fallah secara harfiah dapat diartikan sebagai rumah petani atau kampung pertanian. Pesantren Pertanian Darul Fallah merupakan lembaga Islam yang diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian dan kewirausahaan.

Sementara visi mewujudkan Darul Fallah sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pengembangan masyarakat dengan memiliki keunggulan tersendiri dan menghasilkan SDM yang memiliki ruhul jihad, kreatif, inovatif dan mandiri. Peningkatan pendidikan pertanian di Darul Fallah tidak hanya yang bersifat budidaya (on farm) akan tetapi juga diarahkan pada pengolahan hasil pertanian dan pemasarannya yang mempunyai nilai tambah yang tinggi.

Misi pendidikan Darul Fallah adalah menyelenggarakan dan mengembangkan sistem pendidikan yang unggul dengan kurikulum yang memadukan materi ajaran Islam Imtaq dan Iptek dalam jenjang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa. Pelatihan dan Dakwah Menyelengarakan kegiatan keterampilan dan keahlian yang berbasis kemandirian dengan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Terfokus pada dakwah bilhal
AGRIBISBIS Mengembangkan proyek unit usaha agribisnis sebagai salah satu komitmen dalam pengembangan lembaga dengan mendifusikan Iptek dalam usaha-usaha produktif. Pengembangan Masyarakat Mengembangkan proyek-proyek percontohan qoryah thoyyibah di daerah pedesaan dengan pendekatan dan pengabdian serta menjalin kerja sama dengan instansi atau lembaga terkait.

Tujuan PP Darul Fallah yakni, terbentuknya pribadi beriman-berilmu-berakhlaq Islam yang mandiri dan berdakwah menegakkan agama (Iqomatuddin), yang membina peningkatan harkat kehidupan diri pribadi, keluarga dan masyarakat melalui dakwah dan berwiraswasta yang diridhoi Allah SWT, Memajukan pendidikan dan dakwah Islam dalam rangka membentuk generasi baru yang berilmu dan bertakwa, sehingga berperan aktif dalam pembangunan agama, bangsa dan negara.

Sejak tahun 1998 Unit Usaha Pembibitan Kultur Jaringan Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah (sekarang berbentuk Perseroan Terbatas dengan nama PT DaFa Teknoagro Mandiri) mulai mengembangkan produksi bibit melalui kultur jaringan secara komersial. Kultur Jaringan (Tissue Culture) adalah teknik isolasi tanaman, seperti batang, tunas, dan daun yang yang berasal dari tanaman sehat dan unggul serta dikerjakan secara aseptik di laboratorium.

Untuk menghasilkan bibit yang berkualitas, sehat, seragam, tidak membawa penyakit, dan tumbuh dengan menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu cepat. Dengan slogan Produktifitas Anda Berawal Dari Kualitas Bibit PT DaFa Teknoagro Mandiri hadir sebagai produsen bibit unggul terdepan, saat ini telah memproduksi berbagai bibit tanaman holtikultura, kehutanan dan perkebunan.

Bibit yang telah diproduksi antara lain kentang granola dan atlantic, pisang buah (Tanduk, Ambon, Emas, Mulubebe), pisang abaca, Chrysanthemum (20 jenis), Anggrek (Phalaenopsis, Dendrobium), Jati Kencana (fast growing) dan vanili. Yang masih dalam penelitian antara lain gaharu, ramin, rami, ubi dan talas jepang serta mahkota dewa. Kentang : Granola, Columbus, Atlantic dll. Pasar : Jabar, Jateng, Sulsel, Sumbar, Sumut. Dalam lima tahun mendatang diproyeksikan produk kentang menjadi brenchmark produsen benih di Indonesia baik Plantlet, benih G0, G1 dan G2.

Dengan jaringan petani penangkar di seluruh Indonesia dan market share 5 persen kebutuhan benih kentang nasional mampu memproduksi 5.000 ton benih G4 per tahun.Dengan aset perusahaan yang dimiliki antara lain bangunan laboratorium (798 m2), green house (60 m2), nursery net house (2.000 m2) dan lahan benih (2 Ha) serta dengan Kapasitas produksi bibit 500.000 bibit per bulan diharapkan menjadi sarana bagi santri untuk dapat mempelajari dan mempraktekkan pengetahuan yang dimilikinya.

Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Darul Fallah menggunakan Kurikulum yang merujuk pada Kurikulum Nasional Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional yang disempurnakan dengan muatan lokal terutama Jiwa Kemandirian, MIPA dan Agama.

Kurikulum MTs ; Mata pelajaran depag, Quran Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Kebudayaan Islam. Mata pelajaran diknas : PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Ekonomi, Georafi, Olah Raga dan Kesehatan, Seni Budaya, Teknologi Dan Informasi Komunikasi.

Mata pelajaran keterampilan : Tata Busana/ Tata Boga, Budi Daya Tanaman, Proyek Pertanian, Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Mata Pelajaran Kepesantrenan : Tauhid, Akhlaq LilBanin/Banat, Hafalan Doa, Hafalan Hadits, Hafalan Al-Quran, Mahfudzot, Mutholaah, Imla, Khot, Kuliah Umum, Bimbingan Tadarrus Al-Quran.

Kurikulum Madrasah Aliyah Terpadu
MATA pelajaran Depag: Quran Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Kebudayaan Islam.

Mata pelajaran Diknas: PPKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Ekonomi, Georafi, Sosiologi, Akuntansi, Olah Raga Dan Kesehatan, Seni Budaya, Teknologi Dan Informasi Komunikasi.

Mata pelajaran keterampilan: Tata Busana, Budi Daya Tanaman, Proyek Pertanian, Tekh. Peng. Magang Kewirausahaan, Pengelolaan Hasil Pertanian (PHP), Budidaya, Perikanan, Pertukangan, Koperasi, Bimbingan dan Penyuluhan (BP).

Mata pelajaran kepesantrenan : Ilmu Tafsir, Fiqh Dawah, Fiqh Muqarin, Ushul Fiqh, Ilmu Hadits, Mahfudzat, Imla, Khat, Bulughul Maram, Ilmu Tauhid, Tafsir Jalalain, Adabu At Thalib, Tarjamah Lafziyah, Al-Mufradat, Mukhtarul Hadits, Muhadatsah, Nahwu & Sharaf, Kuliah Umum, Ilmu Tajwid, Bimbingan Tadarrus Al-Quran.

Program pertukaran pelajar Darul Fallah dipercaya oleh Lembaga Bina Antar Budaya untuk mengikut sertakan santri tingkat Madrasah Aliyah pada program AFS/YES dalam pertukaran pelajar ke Amerika & Jepang. Dari tahun pelajaran 2003 sampai sekarang, telah diberangkatkan sebanyak 10 orang santri. Insya Allah, pada bulan juli 2009 mendatang, akan diberangkatkan 4 orang santri sebagai duta Indonesia dengan negara tujuan Amerika Serikat dan sekitarnya.

Magang dan praktek lapang, pada tahun terakhir pendididikan di tingkat Madrasah Aliyah Terpadu, santri diharuskan mengikuti kegiatan magang/praktik lapang di berbagai instansi/perusahaan di luar pesantren, terutama yang berhubungan dengan bidang pertanian secara luas. Hal yang harus dilakukan santri dalam kegiatan magang antara lain : membuat usulan tempat magang, maksud dan tujuannya, melaksanakan magang sesuai dengan usulan, membuat laporan dan mempresentasikan di depan dewan guru.

Kegiatan pertanian santri dikelompokkan sesuai dengan minat dan kemampuannya dalam kegiatan pertanian secara menyeluruh. Hal ini dimaksudkan untuk menanamkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola proyek pertanian dalam skala kecil. Kegiatan ini meliputi perencanaan, budidaya, pemanenan dan pemasaran dalam bidang holtikultura, palawija, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan serta pengolahan hasil pertanian. Santri harus mampu memperkirakan biaya, waktu, luas areal, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, teknik budidaya yang akan diterapkan, pengolahan pasca panen, perkiraan hasil dan harga jual serta tingkat keuntungannya.

Santri karya santri juga diikutkan dalam kegiatan unit usaha produksi yang ada di lingkungan pesantren sebagai santri karya, dengan harapan program ini dapat menanamkan jiwa wirausaha kepada para santri guna mencapai kemandirian. Unit usaha yang dapat diikuti antara lain : PT DaFa Teknoagro Mandiri, unit usaha peternakan, koperasi pondok pesantren, unit usaha pengolahan hasil pertanian, pertukangan dan perbengkelan, unit usaha perikanan, unit usaha pusat pelatihan.

Satu hal yang menggembirakan, ketika santri pulang ke rumah masing-masing, mereka diperkenankan membawa hasil kaya pertanian mereka kepada orang tua masing-masing. Siapa yang tidak gembira bila orang tua melihat anaknya pulang selain membawa ilmu dan kecakapan dibidang petanian, juga membawa pulang oleh-oleh hasil pertaniannya. (encep azis muslim)