Penelitian di Pesantren Pertanian Darul Fallah Oleh Mahasiswa Untuk Menyusun Skripsi di Berbagai Bidang Ilmu

Sejumlah mahasiswa telah melakukan penelitian di Pesantren Pertanian Darul Fallah untuk menyusun skripsi pendidikan S1 bahkan juga tesis untuk S2 dan S3 Hal itu dimulai dari skripsi mahasiswa Departemen Arsitektur ITB pada tahun 1972, tentang perencanaan lay-out Pesantren Pertanian Darul Fallah. Para mahasiswa yang pernah melakukan penelitian dan penulisan skripsi berasal dari IAIN Jakarta, IAIN Bandung, IAIN Yogyakarta, IAIN Lampung. Selain itu juga berasal dari UIKA Bogor, IPB (berbagai Fakultah/Jurusan), ITB, USAKTI Jakarta, Univ Bengkulu, dll. Masalah-masalah yang diteliti mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti pendidikan, keagamaan, sosial ekonomi, teknologi tepat guna, budidaya ternak, perencanaan pemukiman, lanskap, interior dan kelembagaan pesantren.

Penyuluhan Pertanian Oleh Santri Antara sejak tahun 1971

Darul Fallah menempatkan 8 orang santri senior dan alumni di 8 desa di Kabupaten Bogor, Pandeglang dan Cirebon untuk membimbing para petani membuat petak contoh budidaya padi, budidaya sayuran, dan budidaya ternak ayam hasil kawin silang. Setiap bulan para santri itu turun ke pesantren untuk mengambil bekal. Setiap tahun dilakukan mutasi (pergantian) santri penyuluh. Pendekatan ummat dilakukan melalui media Pengajian Mingguan suatu kampung. Hasil-hasil penyuluhan sangat menggembirakan, yaitu penerapan teknologi baru dan peningkatan produksi per-Ha. Hal itu memungkinkan karena waktu itu belum ada pengangkatan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Baru secara massal dilakukan pengangkatan dan penempatan PPL oleh Departemen Pertanian, maka Santri Penyuluh ditarik kembali dan kegiatan dipusatkan pada pelatihan-pelatihan.

Santunan Terhadap Anak Yatim

Di sekitar pemukiman pesantren terdapat anak-anak yatim dari keluarga miskin. Karena kemiskinan itu, mereka sebagian besar tidak menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar.Maka dibentuk Unit Kerja untuk mengumpulkan dana serta menyantuni keperluan pendidikan anak-anak yatim itu. Hal itu dilakukan dengan bekerjasama dengan Biro Anak Yatim BKSPP dan DDII. Sekarang praktis tidak ada anak yatim di 4 kampung dari 2 desa yang tidak menamatkan SD. Sebagian mereka melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Darul Fallah. Saat ini ada lebih dari 120 anak yatim yang secara berkala mendapatkan santunan alat-alat belajar, dan masih sangat kecil yang mendapat beasiswa belajar secara penuh.

Pesantren Kilat

Setiap tahun pesantren menyelenggarakan Pesantren Kilat selama 12 hari untuk setiap angkatan. Semula Pesantren Kilat diselenggarakan di bulan Ramadhan, tetapi setelah sekolah umum tidak libur di bulan Ramadhan, Pesantren Kilat diselenggarakan pada hari libur panjang bulan Juni-Juli. Setiap angkatan diikuti sekitar antara 120-200 santri dari pendidikan tingkat SD kelas V dan VI, tingkat SLP dan SLA.

Pelayanan Pengajaran pada Majelis Ta’lim

Para pengasuh pesantren secara bergantian memberikan pengajian di dusun Kebun Eurih, dusun Lebak Gunung, dan dusun Gunung Leutik. Pengajian itu berlangsung untuk seminggu sekali setelah shalat Isya. Di samping itu di pesantren setiap malam Sabtu diadakan pengajian warga pesantren (pria dan bukan santri), dan pada Sabtu sore pengajian kaum ibu di mesjid pesantren bersama masyarakat sekitar. Pesantren juga menjadi penyelenggara pengajian gabungan dari Pondok Pesantren Bogor (Majelis Ulil Albab) yang berlangsung setiap hari Ahad kedua bulan Masehi yang bersangkutan.

Pemberdayaan Jamaah Tradisional Ummat di Bidang Ekonomi

Dengan Program Revolving-fund Yang dimaksud dengan jamaah tradisional adalah jamaah mushalla dan jamaah yasinan yang banyak terdapat di pedesaan terutama di propinsi Lampung.Kerjasama Pesantren Pertanian Darul Fallah dengan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), menghasilkan tersedianya dana untuk pelatihan dari dana bergulir (Revolving-fund) dari Freudirch Noumen Stiftung (FNS = Jerman Barat).Dibentuk kelompok-kelompok ekonomi pra koperasi di 10 desa di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan terbanyak di daerah transmigrasi umum dan swakarsa di propinsi Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Semuanya mencapai lebih dari 120 KPK (Kelompok Pra Koperasi).Kelompok Pra Koperasi (KPK) dibimbing menabung, mengembangkan usaha dengan dana pinjaman untuk setiap kelompok dan dikembalikan tanpa bunga setelah mulai memetik hasil. Hal ini telah meningkatkan peluang mencari nafkah lewat berdagang, usaha tani, tanaman maupun peternakan. Tokoh-tokoh KPK dilatih baik di Pesantren Pertanian Darul Fallah maupun di lokasi KPK. Di Lampung KPK ini kemudian menjadi basis operasional salah seorang alumni pesantren yang mengelola pusat pelatihan di Tias Bangun (Lampung Tengah) mengembangkan usaha ekspor rempah-rempah pertanian organik (bebas pestisida) ke Amerika Serikat. Sebagian besar KPK dapat membayar kembali pinjaman bergulirnya, tetapi ada juga yang tidak berhasil.

Pendampingan Kelompok Tani

Penerima Dana JPS Badan Agribisnis DEPTAN melalui Pimbagpro Pengembangan Agribisnis Jawa Barat, mendapat kesempatan membentuk dan mendampingi 4 kelompok yang mendapat dana JPS.Keempat Kelompok Tani itu 2 kelompok berada di dalam pesantren dan 2 kelompok di luar pesantren, masing-masing terdiri satu KTPTH (Hortikultura) dan KT Peternakan. Terdapat sebanyak 114 anggota dengan usaha hortikultura pisang seluas 31,5 Ha termasuk tanah wakaf 15 Ha serta domba induk sebanyak 50 ekor betina dan 6 ekor pejantan. Setelah berjalan selama 7 bulan, menunjukkan perkembangan yang baik, petani sudah memetik hasil tanaman sela, sedangkan sudah 40% domba betina beranak.

Pembinaan Masyarakat Desa Hutan

Pada bulan September 1999, Pesantren Pertanian Darul Fallah dengan PERUM PERHUTANI Wilayah I Jawa Barat menandatangani kesepakatan bersama untuk membina sekitar 500 petani yang mengolah lahan PERUM PERHUTANI di Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor. Peran pesantren adalah membina mental, mengusahakan pinjaman modal kerja serta memberikan bimbingan teknik budidaya tanaman sela.

Memberikan Konsultasi Agribisnis

Di pesantren dibentuk Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) dengan menempatkan tenaga ahli dari pesantren, IPB dan Dinas-Dinas. KKA berada dalam naungan Yayasan Konsultasi Agribisnis yang dibentuk oleh pribadi-pribadi tingkat pusat Departemen Pertanian.

Menyediakan Fasilitas Lapangan Olahraga

Sejumlah 5 SD di sekitar pesantren menggunakan lapangan olahraga pesantren untuk mengajar olahraga bagi muridnya. Hal itu dikarenakan kurangnya lapangan sepak bola di Kecamatan Ciampea (hanya ada 1 untuk 18 desa). Sekolah Bola CIWA yang diselenggarakan oleh PS CIWA juga menggunakan lapangan pesantren untuk latihan. Telah disepakati bahwa pesantren akan ikut membina mental anak-anak bola yang berjumlah hampir 200 anak (SD dan SLP).

FOSMATREN (Froum Silaturahmi Pondok Pesantren)

Lembaga silaturahmi yang dibentuk untuk mewadahi alur komunikasi antar pondok pesantren dalam berbagai kegiatan pengembangan masyarakat. Sampai saat ini kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya : Pengadaan dempon peternakan di cijeruk Bogor, Dempon kacang tanah di Cileungsi Bogor, Dempon Tanaman Hutan di Ciampea Bogor, Dempon Ikan Lele Sangkuriang.